Assalamu’alaikum wr. wb.
Ya Akhi dan Ukhti
Apakah kalian tahu tentang Jihad?
Ia, jihad sering digunakan dalam arti perang sabil, memerangi musuh-musuh dan membela diri dari serangan dan gangguan mereka.
Benarkah itu?
Apakah dampak dari itu semua?
Dari beberapa gambar diatas telah menunjukkan sebagian kecil akibat salah penafsiran jihad. Lihatlah, apa kalian tega melihat orang-orang dan anak-anak tak bersalah ikut menderita?
Tapi sebelum kita lanjutkan pembahasan ini. Kita telaah dulu arti dari jihad.
Asal mula arti kata al-jihad ialah mengeluarkan segala kesungguhan, kekuatan dan kesanggupan pada jalan yang dii’tikadkan oleh manusia bahwa jalan itulah yang hak dan benar.
Menurut Ibnul-Atsir (seorang ahli bahasa yang terkenal) telah menerangkan dalam an-Nihayahnya: “al-Jihad ialah memerangi orang kafir dengan bersungguh-sungguh menghabiskan daya dan tenaga dalam menghadapi mereka, baik dengan perkataan maupun perbuatan.”
Jadi jihat itu memiliki bermacam-macam cara bukan hanya dengan kekerasan, perang atau membunuh saja. Ada beberapa cara yang tanpa kekerasan seperti; dengan ucapan dalam usaha menyampaikan kata-kata yang benar dan juga kita bisa berjihad dengan harta dan kekayaan. Karena itu Nabi SAW bersabda:
Lakukanlah jihad terhadap orang-orang kafir dengan lidah, harta benda dan jiwa kalian.
Ada dua macam tentang jihad, yaiitu;
- Jihad ashghar (kecil), yaitu memerangi orang-orang kafir.
Jihad memerangi kafir ini disebut jihad kecil meskipun terjadi pertempuran dan bertumpah darah yang begitu dahsyat dalam pandangan mata lahiriyah manusia. Orang yang gugur dalam jihad ashghar tergolong mati syahid.
- Jihad akbar (Jihad Besar), yaitu memerangi hawa nafsu. Pengertian ini didasarkan kepada hadits Nabi SAW: “ Kita sekarang kembali dari Jihad ashghar (Jihad kecil)(kembali dari perang Badar/Uhud) ke Jihad akbar (Jihad Besar), yaitu Jihad memerangi hawa nafsu”.
Setiap saat dan waktu kita terus-menerus berperang melawan keangkara murkaan hawa nafsu. Didalam Al-Quran dikemukakan bermacam-macam nafsu yang disebut:
- An-Nafsul-Ammarah bissu’ yang sering kali mendorong seseorang untuk melakukan dosa dan kejahatan.1*
- An-Nafsullawwamah, yaitu hawa nafsu yang sering menyesali diri.2*
- An-Nafsus-Sawammah, yaitu hawa nafsu yang sering kali menggambarkan dan menghiaskan sesuatu maksiat atau kejahatan menjadi indah dalam pandangan atau khayalannya.3*
- An-Nafsul-mulhamah, yaitu hawa nafsu yang sering mendorong tingkahlaku kefajiran (Kedurhakaan) dan ketaqwaan.4*
Kita telah mengetahui tentang al-Jihad. Jihad tidak perlu adanya pertempuran dan pertumpahan darah. Karena jihad yang besar adalah jihad memerangi hawa nafsu. Allah SWT telah menjanjikan memberikan ganjaran dan pahala kepada orang yang melakukan jihad fisabilillah yang dalam pelaksanaannya berlaku ikhlas hanya dan karena Allah SWT semata. Janji Allah SWT pasti akan tepat dan ditepati-Nya.




0 komentar:
Posting Komentar